Pada jaman dahulu kala. Disebuah desa yang terpencil terdapat satu rumah yang terletak sedikit menjorok kearah hutan sedikit terpisah dengan rumah-rumah yang lain. Rumah itu ditinggali oleh sepasang suami istri yaitu 1 pria sederhana dan 1 wanita pelacur.
Suatu hari 1 monster sedang sangat kelaparan, dia memegangi perutnya yang sudah berbunyi..
“Krucuk.. krucuk..” perutnya berbunyi sangat keras.
“Aku harus makan daging segar” batinnya.
Lalu ia mengendap di dalam semak-semak memandangi rumah yang terletak sedikit menjorok kearah hutan. 1 pria sederhana sedang membelah kayu dibelakang rumah dan 1 wanita pelacur sedang mengikir kuku didepan rumah.
Monster itu menyamar menjadi manusia. Lalu menghampiri wanita pelacur itu.
“Bila ada monster datang meminta makanan, apakah kamu akan menyerahkan suami mu uuntuk dimakan sang monster”
Wanita pelacur itu menarik alisnya tingi-tinggi
“lebih baik suami ku yang tak berguna itu yang mati daripada aku”
Si Monster itu lalu melahap bulat-bulat si wanita pelacur itu. Beberapa menit kemudian dia berubah menjadi wanita pelacur itu dan berjalan ke belakang rumah untuk melahap Pria sederhana sebagai makanan penutup.
Namu tiba-tiba dia terjatuh dan dengkulnya terbentur batu hingga berdarah. Si pria sederhana itu lari menghampiri si monster yang dia anggap Istrinya.
Pria sederhana itu menggendong monster kedalam rumah. Lalu mengobati luka sang monster dengan penuh kasih sayang.
Monster itu tertegun.
Terdiam..
Membeku….
Dia memutuskan untuk tinggal dirumah itu hingga dia bisa berubah menjadi monster kembali.
Perutnya berbunyi.. “Krucuk..krucuk” lalu dia melihat pria sederhana itu kemudian dia menahan laparnya..
Dan terus begitu hingga dia lupa.. dia adalah seorang monster..
Suatu hari 1 monster yang lupa bahwa dirinya adalah monster. Harus pergi keluar rumah untuk membeli obat untuk pria sederhana yang sedang sakit.
Dia bertemu dengan orang-orang di jalan. Aliran darahnya berdegub. Perutnya berbunyi “Krucuk.. krucuk “ dia berusaha menahan..
Menahan..
menahan dan menahan rasa laparnya..
Sebuah ledakan muncul dari tubuhnya… Dia berubah menjadi monster kembali.
Perutnya berbunyi kembali “krucuk..krucuk..”
Dengan membabi buta dia memakan seluruh warga desa…
Laparrr…. Laparrrrrr…
Dengan penuh rasa laparrr dia berlari mengikuti aroma manusia…
Hanya pria sederhana itu manusia yang belum ia makan..
Perutnya kembali berbunyi “krucukk… krucukkkk”
Laparrrr… Lapaarrrr….
Dia melahap bulat-bulat pria sederhana yang sedang tidur terkulai karena sakit..
Monster itu meneteskan buliran air dari matanya untuk pertamakali dalam hidupnya..
Aku adalah monster yang penuh rasa lapar.. Walaupun aku pernah lupa aku adalah monster.. Namun aku tetaplah monster.. Seberapa keras fakta itu disembunyikan.. Aku tetaplah monster.. Aku adalah monster yang penuh rasa lapar..
Perutnya berbunyi “Krucuk… krucukkk”
Laparrr… laparr.. laparrr

0 komentar:
Posting Komentar