Terdapat sesosok perempuan berambut panjang, perempuan berambut panjang tersebut adalah pelahap nyawa manusia yang putus asa. Dia sangat menyukai nyawa-nyawa manusia lemah. Baginya kematian mereka adalah sebuah oase ditengah gurun pasir…
Perempuan berambut panjang tersebut menghampiri seorang pemuda bernama Thomas yang dihujam hatinya oleh sebuah realita bahwa calon istrinya lari kepelukan pria lain, pria itu berhidung bengkok, bermata besar, bermuka hancur, dan bergigi sangat mengenaskan, namun kepingan uang emasnya melebihi kepingan perak Thomas. Thomas sedang termenung larut dalam kesedihan yang mengalir ditiap darahnya. Sesosok perempuan berambut panjang itu menghampiri Thomas didalam siluet bayangan gelap Thomas. “Apa yang kau pikirkan lagi? Kamu sudah kehilangan tujuan hidupmu dan tak bisa kau rebut kembali. Ambil kapak yang menancap di ujung
Perempuan berambut panjang itu tertawa melengking memilukan bersamaan nyawa Thomas ditukar dengan kematian.
Lalu perempuan berambut panjang tersebut menghampiri seorang Ibu yang sedang terisak tangis, menangisi uang untuk membeli obat anaknya yang sedang menderita kesakitan dikarenakan penyakit yang sangat menyakitkan. Uang itu raib dirampok oleh segerombolan bocah ingusan. Dalam bayangan gelap gang yang sangat sempit dan kotor perempuan berambut panjang berbisik tepat ditelinga ibu itu. “Hai Ibu hapus lah air mata mu, sekarang berdirilah dengan tegap. Hampiri anak mu dan berikan sebuah obat kepadanya, obat yang akan membuatnya tidak pernah akan merasakan sakit lagi. Jangan kau ragu untuk kebahagian anakmu, dan bila kau ingin menemaninya tersenyum. Putuskanlah urat nadimu dan kamu akan menjalani sebuah lembaran baru bersama anakmu tanap rasa sakit. Bila hidup menawarkan rasa sakit, kamu masih punya kematian” Ibu itu bergegas pulang kerumah memberikan racun tikus dari bawah kolong meja makanya untuk anaknya yang terkulai tak berdaya.
Perempuan berambut panjang itu tertawa melengking memilukan bersamaan nyawa Ibu itu ditukar dengan kematian.
Lalu perempuan berambut panjang nenek itu mendekati seorang penjual bernama Alberto yang sedang dirundung kesedihan karena tokonya dilalap oleh kobaran api. Tokonya itu adalah hasil jerih payahnya dari usahanya yang berjuta-juta kali yang telah dia lakukan. Perempuan berambut panjang itu menyusup ke puing-puing bekas kebakaran yang suram dan berkata lirih kepada Alberto “Bila hidup tak memberikan mu kesempatan, kamu masih punya kematian”
Perempuan berambut panjang itu tertawa melengking memilukan bersamaan nyawa Alberto ditukar dengan kematian.
Aku akan menceritakan sebuh cerita.. cerita yang sangat mengerikan..
Perempuan berambut panjang itu adalah AKU……………..

0 komentar:
Posting Komentar